Powered By google

Minggu, 05 Desember 2010

Dalil: Memaafkan orang / Menahan amarah

.dan orang-orang yang menahan amarahnya dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain,Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS: Ali Imran:143)

3 komentar:

  1. pembetulan: ali imran:134.. wallahu a3lam

    BalasHapus
  2. Benarkah (QS: Ali Imran:143)?
    ".dan orang-orang yang menahan amarahnya dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain,Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik".

    kok yg saya lihat di alquran online tidak seperti ini, mohon konfirmasi, karena ini mengenai alquran!!!

    http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_surah.asp?pageno=8

    http://www.dudung.net/quran-online/indonesia/3

    BalasHapus
  3. Maaf, yang benar adalah QS. Ali Imran: 134
    Harap dibetulkan isi postnya... Terimakasih

    BalasHapus

Al-Qur'an Wal Hadits Ala Fahmi Salaf

Manhaj salaf adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:(lihat QS.At Taubah: 100)/(Qs. Al Baqarah: 137)Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah“. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204) Maka mengikuti manhaj salaf adalah satu-satunya cara untuk bisa meraih keselamatan di dunia dan akhirat, sebagaimana hanya dengan mengikuti manhaj inilah kita akan bisa meraih semua keutamaan dan kebaikan yang Allah ta’ala janjikan dalam agama-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sebaik-baik umatku adalah generasi yang aku diutus di masa mereka (para sahabat radhiyallahu ‘anhum), kemudian generasi yang datang setelah mereka, kemudian generasi yang datang setelah mereka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)