Powered By google

Minggu, 05 Desember 2010

BILA HATI INI TERSAKITI.

Dalam hidup ini pernahkah kita disakiti oleh orang lain?
baik dalam hubungan persahabatan, hubungan pekerjaan,hubungan bisnis,hubungan kerjasama,hubungan sebuah organisasi,dsb. apa yang kita rasakan saat itu?,sakit yang mendalam?,tidak terima perlakuan teman kita?,emosi yang tak terkendali?. Kemudian Bagaimana sikap kita terhadapnya? ,membenci? ,ingin balas dendam karena tidak terima telah disakiti?atau diam beribu bahasa tanpa ada penyelesaian dan kebaikan yang kita peroleh ?

Padahal kita bisa mengubah hal-hal yang sangat menyakitkan ini menjadi ladang kebaikan untuk kita ,menjadi ladang pahala untuk kita juga menambah kekayaan itibar atas segala apa yang telah terjadi.
Jika kita disakiti,ada dua sikap yang harus kita lakukan yaitu:sikap terhadap mereka yang menyakiti kemudian sikap terhadap diri kita sendiri.

SIKAP TERHADAP MEREKA YANG MENYAKITI
Pertama,Menahan Amarah(kazmul ghaizh)
Jika amarah yang diperturutkan maka kitalah yang akan mendapt dua kerugian.yang pertama kita telah disakiti yang kedua kita telah menyakiti diri kita sendiri.karena sikap amarah akan merusak diri kita sendiri baik secara fisik maupun psikis.orang yang marah akan membuat syaraf menjadi menegang,jantungnya menjadai terpacu,bahkan bisa mengorbankan kesehatan dan kebahagian.Sikap amarah yang diperturutkan akan membawa perasaan dan hati kita menjadi sempit dan terbebani.bahkan bisa membuat hati tidak menjadi tenang.dan orang-orang yang menahan amarahnya dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain,Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS:3:143)

Kedua,Memaafkan ( al afwu)
Sikap ini mengindikasikn bahwa hati kita sehat,jernih dan bersih terhadap orang yang telah menyakiti kita,juga menandakan bahwa kita adalah orang yang mencintai kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang yang telah menyakiti kita.coba fikirkan lagi.dendam atau memberi maaf?mana yang membawa kebaikan untuk kita dan orang yang telah menyakiti kita?,tanyakan pada hati nurani kita.
.dan orang-orang yang menahan amarahnya dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain,Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS:3:143)

Ketiga,Berbauat baiklah kepadanya (Al ihsan)
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain,Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS:3:143)
Barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik (tidak menuntut balas kepada orang yang menzaliminya) maka pahalanya dijamin oleh Allah (QS.42:40)

Cukuplah Rasulullah saw sebagai qudwah dalam hal ini.Rasulullah disakiti,di dzholimi oleh orang kafir saat itu,tapi siapa yang pertama kali menjenguk orang yang telah mendzholiminya? tiada lain dan bukan dialah Rosulullah yang penuh dengan keteladanan. lihatlah apa yang terjadi setelah itu,orang yang biasa menyakiti Rasulullah akhirnya ia masuk Islam,Subhanallah

Keempat,Menyadari banwa seseorang tidak akan menyakiti anda ,kecuali atas qodla dan qodar Allah.sedangkan seorang hamba hanyalah perantara terjadinya sesuatu,sementara yang menentukan dan menetapkan hanyalah Allah.
Kelima,memahami bahwa perlakuan orang lain yang menyakitkan kita adalah sebagi penebus dosa kita,penghapus atas segala kesalahan,pelebur kekhilafan,dan sebagai peninggi derajat kita.Maka orang-orang yang berhijrah,yang diusir dari kampung halamannya,yang disakiti pada jalan-Ku,yang berperang dan yang dibunuh,pastilah akan ku hapus kesalahan-kesalahan mereka (QS:3:195)

SIKAP TERHADAP DIRI KITA SENDIRI
Pertama,Sadarilah bahwa hal-hal yang menyakitkan kita,bisa jadi akibat dosa yang telah kita lakukan,Musibah apa saja yang menimpa diri kalian adalah akibat dari perbuatan kalian sendiri(QS.42: 30)
Untuk hal ini,perbanyakalah mengintrospeksi diri,bermuhasabahla h..,Review apa yang sebenaranya apa yang telah terjadi.

Kedua,Bersyukurlah kepada Allah,karena kita telah dijadikan-Nya sebagai pihak yang teraniaya,bukan yang menganiaya.Jika kita terus bersabar hal ini dapat menjadi ladang amal untuk kita.kebikan- kebaikan akan terus menghiasi hidup kita.
Ketiga,bersikap kasih sayanglah kepada orang yang telah menyakiti kita,karena dia adalah orang yang paling berhak mendapatkan kasih sayang kita.Seorang yang menyakiti kita sangat membutuhkan kelembutan.bukan untuk disakiti kembali atau bukan untuk di benci. Tolonglah saudaramu,baik yang berbuat aniaya maupun yang dianiaya(Hadits) .

Kisah Misthah melecehkan Abu Bakar bias di jadikan sebuah ibrah.Ketika Mistah melecehakn Abu Bakar,Abu Bakar bersumpah untuk tidak menafkahi Misthah,padahal pada waktu itu Misthah adalah orang miskin yang nafkah sehari-harinya ditanggung oleh Abu Bakar.Akhirnya Allah menurunkan ayat:Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS: 24:22).Saat itu Abu Bakar berkata:Tentu, aku akan senang jika Allah mengampuni dosaku.Abu Bakar pun kembali menafkahi Misthah dan memaafkannya.
Memang sebuah amal tidak semudah dengan kata-kata,tapi ingatlah tiada yang sulit dalam hidup ini kecuali kita terus berlatih.kita bisa karena terbiasa.cobalah melatih dengan sikap seperti ini.
Insan yang lemah ini pun merasa begitu sakit jika kita harus disakiti,tapi akan jauh lebih sakit jika kita memabalas dengan menyakiti.balaslah keburukan dengan kebaikan,maafkan orang-orang yang telah menyakiti.., ini akan membuat hidup jauh lebih indah.jauh lebih tenang,dan akan terus dekat kepada-Nya.

Ya Allah bimbinglah kami untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap kejadian, jadikanlah kami menjadi hamba yang dapat menahan amarah yang terus diperturutkan, lapangkan hati ini untuk senantiasa memaafkan segala kesalahan,berikan kepada kami untuk membalas segala keburukan dengan kebaikan.

Ya Allah..,sadarkan kami bahwa segala sesuatu yang akan dan telah terjadi adalah atas kehendak-Mu, atas taqdir-Mu,jadikan setiap taqdir yang engkau berikan kepada kami senantiasa membawa kami dekat kepada-Mu.

Ya Allah ampuni segala dosa kami dan dosa orang-orang yang telah menyakiti kami..,Satukan hati kami dengan cahaya dan marifah-Mu..
Perkenankanlah doa kami

2 komentar:

  1. masyaa Alloh.. nasehat ini sangat bermanfaat khususnya bagi ana,, jazakumulloh khoer,, baraakallohu fiik^^

    BalasHapus
  2. assalamualikum wb. Saya Pernah di bantu dulu oleh Ki Sultan Agung sewaktu masih belum bisa apa2, dan alhamdulillah saya dibantu banyak sekali oleh beliau. Saya dibantu sehingga hutang saya yang sebegitu banyaknya dan kondisi tidak bekerja sama sekali menjadi bisa berbalik serasa saya selalu beruntung, semua keinginan cepet terkabul. Semua berkat Bantuan, Bimbingan, do'a yang tulus ikhlas dari beliau yang tiada henti. O iya” Dana Ghoib dari Bp akan saya pergunakan sebaik mungkin. Terima kasih Guru. Dan Lebih Bersukurnya Istri Saya juga yang dulu susah hamil sekarang udah yang kedua kalinya Hamil Lagi. Bagi Ibu yang susah hamil saya saran konsultasi ksini atau bisa kunjungi KLIK DISINI

    BalasHapus

Al-Qur'an Wal Hadits Ala Fahmi Salaf

Manhaj salaf adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:(lihat QS.At Taubah: 100)/(Qs. Al Baqarah: 137)Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah“. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204) Maka mengikuti manhaj salaf adalah satu-satunya cara untuk bisa meraih keselamatan di dunia dan akhirat, sebagaimana hanya dengan mengikuti manhaj inilah kita akan bisa meraih semua keutamaan dan kebaikan yang Allah ta’ala janjikan dalam agama-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sebaik-baik umatku adalah generasi yang aku diutus di masa mereka (para sahabat radhiyallahu ‘anhum), kemudian generasi yang datang setelah mereka, kemudian generasi yang datang setelah mereka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)