Powered By google

Sabtu, 04 Desember 2010

TENTANG KAIFIYAT MANDI JANABAT DI KITAB BHULUGUL MARAM NO.128

ana aishata qolat, kana rasulullah shalallahu alaihi wassallam:
idza taghtsala minal janaabati yabda'u
fa yaghtsilu yaddaihi,
tsuma yubrighu biyaaminihi ala syi'maalihi
fa yaghtsilu farja'u
tsuma yattawaddho
tsuma ya'hudzul maa'a
fa yudkhilu asshobi'ahu fii utsuulih sya'ar
tsuma haafana ala ro'syi salatsa hafaanatin
tsuma aqhada ala saa'ilih jasadihi
tsuma ghasala rijlaihi
{muttafaquna alihi walafdzu lii muslim fi Bulughul Maram no.128}

artinya:
Dari Aisah r.a ia berkata, adalah Rasulullah shalallahu alaihi wassallam:
apabila beliau mandi dari  junub, beliau mulai mencuci kedua tangannya
kemudian ia tuangkan air [diambil air dg tangan kanan dituangkan ke tangan kiri]
kemudian dia mencuci kemaluaannya,
kemudian beliau berwudhu,
kemudian beliau mengambil air,
kemudian dia masukan jari2nya dipangkal2 rambut [dimasukan ke pangkal2 rambut]
kemudian beliau menuangkan diatas kepalanya tiga kali tuangan,
kemudian beliau tuangkan keseluruh tubuh [setelah diulang tiga kali kemudian beliau mengguyur keseluruh tubuh] kemudian beliau mencuci kedua kakinya
[{Muttafaqun alaihi} hadits ini disepakati olh Bukhari dan Muslim dan lafadz ini dari Imam Muslim di Kitab Bulughul Maram No.128]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Al-Qur'an Wal Hadits Ala Fahmi Salaf

Manhaj salaf adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:(lihat QS.At Taubah: 100)/(Qs. Al Baqarah: 137)Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah“. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204) Maka mengikuti manhaj salaf adalah satu-satunya cara untuk bisa meraih keselamatan di dunia dan akhirat, sebagaimana hanya dengan mengikuti manhaj inilah kita akan bisa meraih semua keutamaan dan kebaikan yang Allah ta’ala janjikan dalam agama-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sebaik-baik umatku adalah generasi yang aku diutus di masa mereka (para sahabat radhiyallahu ‘anhum), kemudian generasi yang datang setelah mereka, kemudian generasi yang datang setelah mereka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)