Powered By google

Minggu, 05 Desember 2010

Dalil: Shalat Taubat

Abu bakar pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:
"Tidak seorang pun yang berbuat dosa lalu dia berwudhu dan bagus sekali wudhu'nya itu {wudhu dengan sempurna}, lalu shalat dua raka'at kemudian beristighfar (Meminta ampun), melainkan Allah (pasti) akan mengampuninya - Kemudian dia membaca ayat:
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." [3:135]

[Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah]

2 komentar:

  1. apakah dalil itu shahih? mengapa imam bukhari & imam muslim tidak meriwayatkan? trus, apakah tidak termasuk bid'ah? mohon petunjuk..

    BalasHapus
  2. Hadits hasan. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Kitabush Shalah –bab hadits tentang shalat ketika taubat (hadits no.406) dengan lafazh ini, dan dalam Kitabut Tafsir –bab tafsir surat Ali Imran (hadits no.3009). Juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Kitabush Shalah –bab istighfar (hadits no. 1521) dan Ibnu Majah secara ringkas tanpa menyebutkan ayat dalam Kitab Iqamatish Shalah (hadits no. 1395), dan juga Ibnu Hibban semisal hadits ini dalam Shahih-nya (2/389-390-Al-Ihsan), dan Ibnu Hajar Al-Atsqalani mengatakan bahwa hadits ini sanadnya baik dalam biografi Asma’ bin Al-Hakam dalam At-Tahdzib, serta dishahihkan oleh Al-Allamah Ahmad Syakir dalam Tahqiq Sunan At-Tirmidzi, dan dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi (1/128) serta dihasankan pula oleh muhaqqiq kitab Jami’ul Ushul (4/390) dan muhaqqiq kitab Al-Ihsan (92/390).

    BalasHapus

Al-Qur'an Wal Hadits Ala Fahmi Salaf

Manhaj salaf adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:(lihat QS.At Taubah: 100)/(Qs. Al Baqarah: 137)Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah“. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204) Maka mengikuti manhaj salaf adalah satu-satunya cara untuk bisa meraih keselamatan di dunia dan akhirat, sebagaimana hanya dengan mengikuti manhaj inilah kita akan bisa meraih semua keutamaan dan kebaikan yang Allah ta’ala janjikan dalam agama-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sebaik-baik umatku adalah generasi yang aku diutus di masa mereka (para sahabat radhiyallahu ‘anhum), kemudian generasi yang datang setelah mereka, kemudian generasi yang datang setelah mereka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)