Powered By google

Sabtu, 01 Januari 2011

Muqadimah Khutbah Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam


Muqadimah Khutbah
Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Innalhamdalilah Nahmaduhu Wanasta’iinuh Wanastaghfiruh wana’udzubillah ming syarri angfusinaa waming syayyiaati ‘amaalina,
may yahdillah wamay yudhlil falaa Haadiyalah. Asyhadu (anlaa) al-laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa ash-haabihi wasallam.

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amalan-amalan kita, barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa  yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah.
Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad s.a.w adalah hamba dan utusan Allah.

QS. Ali ‘Imran: 102:
“Hai orang –orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam.”

QS. An-Nisaa’: 1
“Wahai manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang  telah menciptakanmu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah yang dengan (menggunakan) Nama-Nya kmau saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahmi,. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

QS. Al-Ahzaab: 70-71
“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah dengan perkataan yang benar, nicscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni dosa bagimu dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”



Amma ba’du:
Fainna ash-daqol hadiits kitaabullah wa khairalhadyi Hadyu Muhammad saw wa syarral umuur mudatsatuhaa Wakulla muhdatsatin bid’ah Wakulla bid’atin dhalaalah Wakulla dhalaalatin finnaar

“Sesungguhnhya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad saw, seburu-buruk perkara adalah yang diada-adakan dalam agama, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di Neraka.(2­)

________
Footnote:
(2) Khutbah ini  dinamakan khutbatul haajah, yaitu khutbah pembuka yang biasa dipergunakan Rasulullah saw untuk mengawali setiap majelisnya. Beliau saw juga mengajarkan khubah ini kepada para sahabatnya ra. Khutbah ini diriwayatkan dari enam Sahabat Nabi saw. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (I/392-393), Abu Dawud (no.1097, 2118), An Nasaa-I (III/104-105), at-Tirmidzi (no.1105), Ibnu Majah (no.1892), al-Hakim (III/182-183), ath-Thayalisi, Abu Ya’la, ad-Darimi dan al-Baihaqi, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra. Hadits ini shahih

6 komentar:

  1. Sebaiknya singkatan s.a.w diperpanjang menjadi
    shollallohu 'alayhi wassalam

    BalasHapus
  2. ada yang kurang atau terlewatkan ...."mayyahdihillahu fala mudhilalah, wamayyudhlil fala hadiyalah.' terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamu'alaykum afwah akhi...penempatan kekurangannya itu di letakkan di sebelah mana ya...mohon kejelasannya karna ingin saya copas kseluruhannya. jazakalloh khaironkatsiron

      Hapus

Al-Qur'an Wal Hadits Ala Fahmi Salaf

Manhaj salaf adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:(lihat QS.At Taubah: 100)/(Qs. Al Baqarah: 137)Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah“. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204) Maka mengikuti manhaj salaf adalah satu-satunya cara untuk bisa meraih keselamatan di dunia dan akhirat, sebagaimana hanya dengan mengikuti manhaj inilah kita akan bisa meraih semua keutamaan dan kebaikan yang Allah ta’ala janjikan dalam agama-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sebaik-baik umatku adalah generasi yang aku diutus di masa mereka (para sahabat radhiyallahu ‘anhum), kemudian generasi yang datang setelah mereka, kemudian generasi yang datang setelah mereka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)