Powered By google

Senin, 06 Desember 2010

Tiga Landasan Utama – al-Ushul ats-Tsalatsah (II)

MENGENAL NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI
WA SALLAM

Beliau adalah Muhammad bin 'Abdullah, bin 'Abdul Muthallib,
bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku
Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab adalah
termasuk keturunan Nabi Isma'il, putera Nabi Ibrahim
Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan
kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam.
Beliau berumur 63 tahun, diantaranya 40 tahun sebelum
beliau menjadi nabi dan 23 tahun sebagai nabi dan rasul.
Beliau diangkat sebagai nabi dengan "Iqra" yakni surah
Al-'Alaq : 1-5, dan diangkat sebagai rasul dengan surah
Al-Mudatstsir. Tempat asal beliau adalah Makkah. Beliau
diutus Allah untuk menyampaikan peringatan menjauhi
syirik dan mengajak kepada tauhid. Dalilnya, firman Allah
Ta'ala :
يأيها المدثر قم فأنذر وربك فكبر وثيابك فطهر والرجز فهجر ولا تمنن
تستكثر ولربك فاصبر
"Artinya : Wahai orang yang berselimut ! Bangunlah, lalu
sampaikanlah peringatan. Agungkanlah Tuhanmu.
Sucikalah pakaianmu. Tinggalkanlah berhala-berhala itu.
Dan janganlah kamu memberi, sedang kamu menginginkan
balasan yang lebih banyak. Serta bersabarlah untuk
memenuhi perintah Tuhanmu". (Al-Mudatstsir : 1-7).
Pengertian :
 "Sampaikanlah peringatan", ialah menyampaikan
peringatan menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid.
"Agungkanlah Tuhanmu". Agungkanlah Ia dengan
berserah diri dan beribadah kepada-Nya semata-mata.
 "Sucikanlah pakaianmu", maksudnya ; Sucikanlah
segala amalmu dari perbuatan syirik.
 "Tinggalkanlah berhala-berhala itu", artinya : Jauhkan
dan bebaskan dirimu darinya serta orang-orang yang
memujanya. Beliaupun melaksanakan perintah ini dengan tekun dan
gigih selama sepuluh tahun, mengajak kepada tauhid.
Setelah sepuluh tahun itu beliau di mi'rajkan (diangkat naik)
ke atas langit dan disyari'atkan kepada beliau shalat lima
waktu. Beliau melakukan shalat di Makkah selama tiga
tahun. Kemudian, sesudah itu, beliau diperintahkan untuk
berhijrah ke Madinah.
Hijrah, pengertiannya, ialah : Pindah dari lingkungan syirik
ke lingkungan Islami. Hijrah ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan
umat Islam. Dan kewajiban tersebut hukumnya tetap
berlaku sampai hari kiamat. Dalil yang menunjukkan
kewajiban hijrah, yaitu firman Allah Ta'ala :
إن الذين توفاهم الملائكة ظالمي أنفسهم قالوا فيم كنتم قالوا كنا مستضعفين
في الأرض قالوا ألم تكن أرض الله واسعة فتهاجروا فيها فأولئك مأواهم
جهنم وساءت مصيرًا إلا المستضعفين من الرجال والنساء والولدان لا
يستطيعون حيلة ولا يهتدون سبيلا فأولئك عسى الله أن يعفو عنهم وكان الله
عفوا غفورًا
"Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat
dalam keadaan zhalim terhadap diri mereka sendiri 8 ,
kepada mereka malaikat bertanya :'Dalam keadaan
bagaimana kamu ini .? 'Mereka menjawab : Kami adalah
orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah). Para
malaikat berkata : 'Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga
kamu dapat berhijrah (kemana saja) di bumi ini ?. Maka
mereka itulah tempat tinggalnya neraka Jahannam dan
Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. Akan
tetapi orang-orang yang tertindas di antara mereka, seperti
kaum lelaki dan wanita serta anak-anak yang mereka itu
dalam keadaan tidak mampu menyelamatkan diri dan tidak
mengetahui jalan (untuk hijrah), maka mudah-mudahan
Allah memaafkan mereka. Dan Allah adalah Maha Pema'af
lagi Maha Pengampun". (An-Nisaa : 97-99).
Dan firman Allah Ta'ala :
8 Yang dimaksud dengan orang-orang yang zhalim terhadap diri mereka sendiri dalam
ayat ini, ialah orang-orang penduduk Makkah yang sudah masuk Islam tetapi mereka tidak
mau hijrah bersama Nabi, padahal mereka mampu dan sanggup. Mereka ditindas dan
dipaksa oleh orang-orang kafir supaya ikut bersama mereka pergi ke perang Badar,
akhirnya ada diantara mereka yang terbunuh.
ياعبادى الذين ءامنوا إن أرضى واسعة فإيي فاعبدون
"Artinya : Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman!
Sesungguhnya, bumi-Ku adalah luas, maka hanya
kepada-Ku saja supaya kamu beribadah". (Al-Ankabuut :
56).
Al-Baghawi9, Rahimahullah, berkata :
سبب نزول هذه الآية في المسلمين الذين في مكة لم يهاجروا ناداهم الله باسم
الإيمان
"Ayat ini, sebab turunnya, adalah ditujukan kepada
orang-orang muslim yang masih berada di Makkah, yang
mereka itu belum juga berhijrah. Karena itu, Allah menyeru
kepada mereka dengan sebutan orang-orang yang
beriman".
Adapun dalil dari Sunnah yang menunjukkan kewajiban
hijrah, yaitu sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :
لاتنقطع الهجرة حتى تنقطع التوبة ولا تنقطع التوبة حتى تطلع الشمس من مغرا
9 Abu Muhammad Al-Husein bin Mas'ud bin Muhammad Al-Farra' atau Ibnu Al-Farra'. Al
Baghawi (436-510H - 1044-1117M). Seorang ahli dalam bidang fiqh, hadits dan tafsir. Di
antara karyanya : At-Tahdziib ( fiqh), Syarh As-Sunnah (hadits), Lubaab At-Ta'wiil fi
Ma'aalim At-Tanziil ( tafsir).
"Artinya : Hijrah tetap akan berlangsung selama pintu
taubat belum ditutup, sedang pintu taubat tidak akan
ditutup sebelum matahari terbit dari barat". (Hadits Riwayat
Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 4, hal. 99. Abu Dawud
dalam Sunan-nya, kitab Al-Jihad, bab 2, dan Ad-Darimi
dalam Sunan-nya, kitab As-Sam, bab 70).
Setelah Nabi Muhammad menetap di Madinah, disyariatkan
kepada beliau zakat, puasa, haji, adzan, jihad, amar ma'ruf
dan nahi mungkar, serta syariat-syariat Islam lainnya.
Beliau-pun melaksanakan untuk menyampaikan hal ini
dengan tekun dan gigih selama sepuluh tahun. Sesudah itu
wafatlah beliau, sedang agamanya tetap dalam keadaan
lestari.
Inilah agama yang beliau bawa : Tiada suatu kebaikan yang
tidak beliau tunjukkan kepada umatnya dan tiada suatu
keburukan yang tidak beliau peringatkan kepada umatnya
supaya di jauhi. Kebaikan yang beliau tunjukkan ialah tauhid
serta segala yang dicintai dan diridhai Allah, sedang
keburukan yang beliau peringatkan supaya dijauhi ialah
syirik serta segala yang dibenci dan tidak disenangi Allah.
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, diutus oleh
Allah kepada seluruh umat manusia, dan diwajibkan kepada
seluruh jin dan manusia untuk mentaatinya. Allah Ta'ala
berfirman :
قل يأيها الناس إني رسول الله إليكم جميعا
"Artinya : Katakanlah. 'Wahai manusia sesungguhnya aku
adalah utusan Allah kepada kamu semua". (Al-Araaf : 158).
Dan melalui beliau, Allah telah menyempurnakan
agama-Nya untuk kita, firman Allah Ta'ala :
اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا
"..Pada hari ini 10 , telah Aku sempurnakan untukmu
agamamu dan Aku lengkapkan kepadamu ni'mat-Ku serta
Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagimu". (Al-Maaidah :
3).
Adapun dalil yang menunjukkan bahwa beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam juga wafat, ialah firman Allah Ta'ala :
إنك ميت وإم ميتون ثم إنكم يوم القيمة عند ربكم تختصمون
"Artinya :Sesungguhnya kamu akan mati dan
sesungguhnya mereka-pun akan mati (pula). Kemudian,
10 Maksudnya, adalah hari Jum'at ketika wukuf di Arafah, pada waktu Haji Wada.
sesungguhnya kamu nanti pada hari kiamat berbantahbantahan
di hadapan Tuhanmu". (Az-Zumar : 30-31).
Manusia sesudah mati, mereka nanti akan dibangkitkan
kembali. Dalilnya firman Allah Ta'ala :
منها خلقنكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى
"Artinya : Berasal dari tanahlah kamu telah Kami jadikan
dan kepadanya kamu Kami kembalikan serta darinya kamu
akan Kami bangkitkan sekali lagi" (Thaa-haa : 55).
Dan firman Allah Ta'ala :
والله أنبتكم من الأرض نباتا ثم يعيدكم فيها ويخرجكم إخراجا
"Artinya : Dan Allah telah menumbuhkan kamu dari tanah
dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan
kamu ke dalamnya (lagi) dan (pada hari Kiamat) Dia akan
mengeluarkan kamu dengan sebenar-benarnya". (Nuh :
17-18).
Setelah manusia dibangkitkan, mereka akan di hisab dan
diberi balasan sesuai dengan amal perbuatan mereka,
firman Allah Ta'ala :
ولله ما في السموات وما في الأرض ليجزي الذين أساؤ بما عملوا ويجزي
الذين أحسنوا بالحسنى
"Artinya : Dan hanya kepunyaan Allah apa yang ada di langit
dan apa yang ada di bumi, supaya Dia memberi balasan
kepada orang-orang yang berbuat buruk sesuai dengan
perbuatan mereka dan memberi balasan kepada
orang-orang yang berbuat baik dengan (pahala) yang lebih
baik (surga)".(An-Najm : 31).
Barangsiapa yang tidak mengimani kebangkitan ini, maka
dia adalah kafir, firman Allah Ta'ala :
زعم الذين كفروا أن لن يبعثوا قل بلى وربي لتبعثن ثم لتنبؤن بما عملت م
وذلك على الله يسير
"Artinya : Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa
mereka tidak akan dibangkitkan. Katakan : 'Tidaklah
demikian. Demi Tuhanku, kamu pasti akan dibangkitkan dan
niscaya akan diberitakan kepadamu apapun yang telah
kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah amat mudah bagi
Allah". (At-Taghaabun : 7).
Allah telah mengutus semua rasul sebagai penyampai kabar
gembira dan pemberi peringatan. Sebagaimana firman Allah
Ta'ala :
رسلا مبشرين ومنذرين لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل
"Artinya : (Kami telah mengutus) rasul-rasul menjadi
penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan supaya
tiada lagi suatu alasan bagi manusia membantah Allah
setelah (diutusnya) para rasul itu .." (An-Nisaa : 165).
Rasul pertama adalah Nabi Nuh 'Alaihissalam11, Dan rasul
terkahir adalah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa
sallam, serta beliaulah penutup para nabi.
Dalil yang menunjukkan bahwa rasul pertama adalah Nabi
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, firman Allah
Ta'ala :
إنا أوحينا إليك كما أوحينا إلى نوح والنبين من بعده
"Artinya : Sesungguhnya Kami wahyukan kepadamu
11 Selain dalil dari Al-Qur'an yang disebutkan Penulis, yang menunjukkan bahwa Nabi
Nuh adalah rasul per tama, di sana juga ada hadits shahih yang menyatakan bahwa Nabi
Nuh adalah rasul per tama yang di utus kepada penduduk bumi ini, seper ti hadits riwayat
Al-Bukhari dalam Shahih-nya kitab Al-Anbiya, bab 3 dan r iwayat Muslim dalam Shahih-nya
kitab Al-Iman, bab. 84. Adapun Nabi Adam Alaihissalam, menurut sebuah hadits yang
diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari, Radhiyallahu anhu. Beliau adalah nabi pertama.
Dan disebutkan dalam hadits ini bahwa jumlah para nabi ada 124 ribu orang, dari jumlah
tersebut sebagai rasul 315 orang, dan dalam riwayat lain disebutkan 310 orang lebih.
Lihat : Imam Ahmad, Al-Musnad, jilid 5, hal. 178, 179 dan 265.
(Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan
kepada Nuh dan para nabi sesudahnya .." (An-Nisaa : 163).
Dan Allah telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul,
mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad, dengan
memerintahkan mereka untuk beribadat kepada Allah
semata-mata dan melarang mereka beribadah kepada
thagut. Allah Ta'ala berfirman :
ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطغوت
"Artinya : Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus kepada
setiap umat seorang rasul (untuk
menyerukan) :'Beribadahlah kepada Allah (saja) dan
jauhilah thagut itu ..". (An-Nahl : 36).
Dengan demikian, Allah telah mewajibkan kepada seluruh
hamba-Nya supaya bersikap kafir terhadap thagut dan
hanya beriman kepada-Nya.
Ibnu Al-Qayyim12, Rahimahullah Ta'ala, telah menjelaskan
pengertian thagut tersebut dengan mengatakan :
12 Abu Abdillah : Muhammad bin Abu Bakar, bin Ayyub, bin Said, Az-Zur'i,Ad-Dimasqi,
terkenal dengan Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah (691-751H - 1292 - 1350M). Seorang ulama
yang giat dan gigih dalam mengajak umat Islam pada zamannya untuk kembali kepada
tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah ser ta mengikuti jejak para Salaf Shalih. Mempunyai
banyak karya tulsi, antara lain : Madaarij As-Salikin, Zaad Al-Ma'aad, Thariiq Al-Hijratain
wa Baab As-Sa'aadatain, At-Tibyaan fi Aqwaam Al-Qur'aan, Miftah Daar As-Sa'aadah.
معنى الطاغوت ما تجاوز به العبد حده من معبود أو متبوع أو مطاع
والطواغيت كثيرون . ورؤسهم خمسة ، إبليس لعنه الله ، ومن عبد وهو
راض ، ومن دعا الناس إلى عبادة نفسه ومن ادعى شيئا من علم الغيب ،
ومن حكم بغير ماأنزل الله
"Artinya : Thagut, ialah setiap yang diperlakukan manusia
secara melampui batas (yang telah ditentukan oleh Allah),
seperti dengan disembah, atau diikuti atau dipatuhi".
Dan thagut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada
lima :
1. Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah.
2. Orang yang disembah, sedang dia sendiri rela.
3. Orang yang mengajak manusia untuk menyembah
dirinya.
4. Orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib, dan
5. Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan
hukum yang telah diturunkan oleh Allah.
Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala :
لاإكراه في الدين قد تبين الرشد من الغى فمن يكفر بالطغوت ويؤمن بالله فقد
استمسك بالعروة الوثقى لاانفصام لها والله سميع عليم
"Artinya : Tiada paksaan dalam (memeluk) agama ini.
Sungguh telah jelas kebenaran dari kesesatan. Untuk itu,
barangsiapa yang ingkar kepada thagut dan beriman
kepada Allah, maka dia benar-benar telah berpegang teguh
dengan tali yang terkuat, yang tidak akan terputus tali itu.
Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui".
(Al-Baqarah : 256).
Ingkar kepada semua thagut dan iman kepada Allah saja,
sebagaimana dinyatakan dalam ayat tadi, adalah hakekat
syahadat "Laa Ilaaha Ilallah".
Dan diriwayatkan dalam hadits, Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda :
رأس الأمر الإسلام وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد في سبيل الله
"Artinya : Pokok agama ini adalah Islam, dan tiangnya
adalah shalat, sedang ujung tulang punggungnya adalah
jihad fi sabilillah". (Hadits Shahih riwayat Ath-Thabarani dari
Ibnu Umar Radhiyallahu anhu, dan riwayat At-Tirmidzi
dalam Al-Jaami Ash-Shahih, kitab Al-Imaan, bab 8).
Hanya Allah-lah Yang Mahatau. Semoga shalawat dan salam
senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad
kepada keluarga dan para sahabatnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Al-Qur'an Wal Hadits Ala Fahmi Salaf

Manhaj salaf adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:(lihat QS.At Taubah: 100)/(Qs. Al Baqarah: 137)Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah“. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204) Maka mengikuti manhaj salaf adalah satu-satunya cara untuk bisa meraih keselamatan di dunia dan akhirat, sebagaimana hanya dengan mengikuti manhaj inilah kita akan bisa meraih semua keutamaan dan kebaikan yang Allah ta’ala janjikan dalam agama-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sebaik-baik umatku adalah generasi yang aku diutus di masa mereka (para sahabat radhiyallahu ‘anhum), kemudian generasi yang datang setelah mereka, kemudian generasi yang datang setelah mereka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)