Powered By google

Rabu, 22 Desember 2010

Jauhilah Sikap Bodoh dan pelakunya

ada seorang ukhty yang mengadukan tentang kelakuan seorang lelaki yang mengajaknya kedalam kemudharatan yaitu agar memajang photonya di facebook, sedangkan sudah jelas hukum photo itu haram

dari Aisyah Radhiyallahu 'anha. Sesungguhnya Aisyah telah membeli bantal kecil untuk hiasan yang didalamnya terdapat gambar. Ketika Rasulullah melihat bantal tersebut, beliau berdiri di depan pintu dan enggan untuk masuk seraya bersabda:
"Artinya : Sesungguhnya pemilik gambar ini akan diadzab dan akan dikatakan kepada mereka. "Hidupkanlah apa yang telah engkau ciptakan".[Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam bab Tauhid 7557, Muslim dalam bab Al-Libas 96-2197]

Namun lelaki tersebut malah memaksakan kehendaknya terhadap ukhty ini, maka kami pun memberikan saran utk ukthy tersebut:

Ssesungguhnya Kebodohan adalah Musuh Dirinya Sendiri,
maka bodoh pun berkata:
hai manusia aku lah kebodohan dan aku adalah musuh atas diriku sendiri dan musuh kalian semuanya lalu mengapa kalian masih betah memelihara diriku?
ukhty...
untuk apa memperpanjang urusan dg orang2 bodoh?
untuk apa mempersulit diri dg berdebat dg orang2 bodoh?

Imam Syafi'i berkata:
"Lebih baik aku berdebat dg seratus orang pintar dari pada dg satu orang bodoh, karena jika aku berdebat dg seratus orang pintar mungkin aku akan menang, namun bila aku berdebat dg orang bodoh jelas aku akan kalah"

yang maksudnya jika orang sudah diberitahu lalu masih membantah, lalu diberitahu lagi lalu masih sengke membantah, maka dia adalah orang bodoh yang dimaksud tsb.

dan orang2 bodoh tersebut bisa dikategorikan dalam Firman Allah:

"Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya."[Kahfi:57]

KETERANGAN:
Berhati2lah jika kita sudah ditegur Allah dg jalan-Nya Allah, maka segeralah bertaubat dan menyerahlah padaNya dg memelas rahmat-Nya. janganlah sekali2 diantara Qt menyia2kan teguran Allah, kendati kita belum tentu ditegur lagi, bisa jadi kita akan seperti golongan yg difirmankan Allah di surat Kahfi ayat 57

Orang bodoh itu orang yang tidak mengerti, tapi akan lebih bodoh lagi bila sudah tidak mengerti namun sok mengerti dg dalil yang tidak ada tuntunannya atau dalil yang dhaif [lemah tdk bisa dijadikan hujjah(alasan)] yang mana bisa menyesatkan diri sendiri dan bahkan orang lain.


saran ana:
Jauhi orang2 tersebut, karena sudah jelas dikatakan bergaulah dg orang2 shaleh sabda Rasulullah:

"Perumpamaan teman yg baik & teman yg tdk baik ialah umpama wangi-wangian & tukang besi.Adapun pembawa wangi-wangian,sama ada dia memberinya sedikit atau pun anda membeli daripadanya sedikit ataupun kamu dapat mencium daripada bau yg wangi. Manakala tukang besi,sama ada dia membakar bajunya ataupun kamu akan mencium dairpadanya bau-bauan yang busuk."(HR. At-Tirmizi)

dan banyak diterangkan dalam firman2 Allah supaya bergaul dg orang2 shaleh, karena bergaul dg orang shaleh selain kita akan terpicu utk berlomba2 dalam amal baik, kita juga insya Allah akan terjaga sebagaiman Nabi saw telah menyebutkan  dalam haditsnya diatas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Al-Qur'an Wal Hadits Ala Fahmi Salaf

Manhaj salaf adalah satu-satunya manhaj yang diakui kebenarannya oleh Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena manhaj ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan kepada masalah tauhid dan pokok-pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:(lihat QS.At Taubah: 100)/(Qs. Al Baqarah: 137)Dalam hadits yang shahih tentang perpecahan umat ini menjadi 73 golongan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua golongan tersebut akan masuk neraka, kecuali satu golongan, yaitu Al Jama’ah“. Dalam riwayat lain: “Mereka (yang selamat) adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimy dan imam-imam lainnya, dishahihkan oleh Ibnu Taimiyyah, Asy Syathiby dan Syaikh Al Albany. Lihat “Silsilatul Ahaaditsish Shahihah” no. 204) Maka mengikuti manhaj salaf adalah satu-satunya cara untuk bisa meraih keselamatan di dunia dan akhirat, sebagaimana hanya dengan mengikuti manhaj inilah kita akan bisa meraih semua keutamaan dan kebaikan yang Allah ta’ala janjikan dalam agama-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sebaik-baik umatku adalah generasi yang aku diutus di masa mereka (para sahabat radhiyallahu ‘anhum), kemudian generasi yang datang setelah mereka, kemudian generasi yang datang setelah mereka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)